April 1918, di Front Barat yang hancur, Kapten Stanhope memimpin kompinya yang kelelahan dengan alkohol sebagai pelarian. Kedatangan Letnan Raleigh, mantan teman sekolahnya yang masih polos, justru mengungkap luka perang yang dalam. Saat serangan Jerman menghampiri, ketegangan dan keputusasaan merayap di antara mereka.