Stephen Meyers, jenius komunikasi di balik kampanye calon presiden Mike Morris, percaya pada idealisme politik. Namun, ketika tawaran pekerjaan dari rival, skandal cinta dengan intern, dan intrik kotor terungkap, dunia hitam-putihnya hancur. Di tengah pertarungan kekuasaan, Stephen harus memilih: menang dengan mengorbankan prinsip atau kalah dengan harga diri.